Resume Tastqif Tarhib Ramadhan (7 Mei 2016)

Pemateri: Ewaldo Zulfikar (angkatan 2006)

Tempat: Masjid Al-Ikhlas, Jatipadang, Pasar Minggu

Tema: Tarhib Ramadhan

Isi resume:

Tarhib berasal dari huruf ‘ra-ha kecil-ba’, merupakan bentuk objek dari yarhabu yang artinya menyambut, atau penyambutan.

Rasulullah dan shahabat menyiapkan diri untuk bulan Ramadhan sejak 6 bulan sebelumnya.

Sebelum muncul perintah puasa dalam Al Quran, Rasulullah mendidik keimanan umat selama 15 tahun agar nantinya siap menjalani ibadah puasa.

Apakah kita merasa lega atau sedih saat Ramadhan berakhir? Tingkatkan cinta kita pada Allah maka ketaatan akan mengikuti.

Beberapa peristiwa yang terjadi di bulan Ramadhan

1. Perang Badar

Setelah perintah puasa turun pada 2 Hijriah, terjadi Perang Badar dimana kaum muslimin menghadang rombongan pedagang Abu Sufyan. Tetapi karena Abu Sufyan persenjataannya lengkap, terjadilah perang. Lalu turun bantuan dari malaikat untuk memenangkan perang itu.

2.Fathu Mekkah

Selain itu, ada juga hari Fathu Makkah
1. Bersihnya ka’bah dari berhala
2. Berbondong-bondong umatIslam masuk ke Mekkah lagi

Tentu kita pernah mendengar hadits yang berbunyi “Tidur di bulan Ramadhan adalah ibadah.” Eits, hadits ini palsu, lho!

Di bulan Syawal tahun 5 Hijriyah terjadi Perang Khandaq/Ahzab, dimana orang kafir mengeroyok umat Islam namun atas izin Allah kaum muslimin tetap menang.

Kita harus ada progress di setiap Ramadhan dari tahun ke tahun. Kuncinya adalah keimanan (Ya ayyuhal ladzii na aamanu).

 

Q&A:

1. Lucky:
Apa yang dilakukan Rasulullah dan shahabat dalam mempersiapkan Ramadhan?
Perbanyak shaum sunnah di bulan Sya’ban, bertanya pada teman cara me-manage ibadah di bulan Ramadhan (siapkan ilmu dan pemahaman!).

  1.  Persiapkan ilmu dan pemahaman tentang shaum, jangan sampai melakukan hal yang membatalkan, perbanyak shalat sunnah,
  2. Persiapkan mental
    Menahan hawa nafsu, syahwat
  3. Persiapkan fisik
    Jangan sampai sakit saat puasa

2. Kanya:
Menjaga semangat beribadah Ramadhan sampai setelah Ramadhan?
Ingat bahwa tahun depan akan bertemu Ramadhan lagi, ingat juga bahwa kematian itu dekat.
Carilah dunia seakan hidup selamanya, carilah akhirat seakan mau mati besok.
Perbanyak ibadah karena hanya itu bekal yang bisa dibawa untuk kehidupan akhirat.

3. Kak Putra:
Kita banyak lalainya, sedangkan jaman Rasulullah udah mempersiapkan sejak 6 bulan lalu. Merasa terbatasi aktivitasnya karena puasa di bulan Ramadhan dan tarawih.

Tingkatkan tilawah, ada target khatam di Ramadhan.

4. Aril:
Mempertahankan semangat beribadah dari awal sampai akhir Ramadhan agar selaras dengan kegiatan sehari-hari (bukber, dll.)?
Punya tekad yang kuat untuk beribadah di bulan Ramadhan secara maksimal. Buat jadwal beribadah, apalagi 10 hari terakhir mending konsentrasi i’tikaf.
Hati-hati jadi ujub karena banyak diundang bukber, kalaupun mau ikut pilih-pilih yang penting aja.

5. Gia:
Boleh nggak menetapkan target? Takutnya jadi fokus ke target aja.
Fastabiqul khairat, jadi sebaiknya berlomba-lomba sebanyak-banyaknya. Menunjukkan amal kebaikan boleh asal sebagai motivasi, maka membuat target saja pun boleh. Tujuannya untuk mencari ridha Allah, sebagai sarana memperbaiki diri.

Notulis: Kanya (angkatan 2015)

 

Share artikel ini yuk 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *