Tafakur Alam 28 2017: Maksiat Berhenti, Surga Menanti

 

day 2

Tafakur Alam (TA) SMAN 28 Jakarta kembali hadir di tahun 2017 ini. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Rohis dan OSIS SMAN 28 Jakarta ini berlangsung selama 2 hari yaitu 29-30 April 2017 di Villa Kampoeng Djawa, Sentul, Jawa Barat. Kegiatan TA 2017 ini mengangkat tema mengenai Aqidah dan Akhlak, dimana tujuan utama pelaksanaan TA kali ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa/siswa SMAN 28 Jakarta tentang pentingnya aqidah dan akhlaq dalam menjalani kehidupan sehari-hari khususnya dalam menuntut ilmu di sekolah.

Kegiatan TA dibuka oleh Bapak Drs. Bahari Lubis, Wakil Kepala Sekolah SMAN 28 Jakarta Bidang Kesiswaan yang mewakili Kepala Sekolah yang mana di dalam sambutannya, beliau berharap peserta dapat mengambil hikmah dari rangkaian acara TA serta menjadikan TA sebagai titik balik perubahan ke arah lebih baik. Selain itu, menurut Pak Lubis, sapaan  akrab beliau, TA harus menjadi momen yang terus berkelanjutan mengingat kegiatan TA ini telah berlangsung sejak tahun 1990-an.

Hari pertama TA diisi dengan berbagai agenda dan kegiatan bersama. Agenda pertama adalah penyampaian materi oleh Ust. Abi Iwan Purwanto yang mengupas tentang Al-Quran dan Akhlak. Beliau menyampaikan pesan tentang pentingnya seseorang memiliki akhlah yang baik sehingga dapat menjadi penentu apakah dia akan diterima amalan-amalanya selama hidup di dunia

Setelah penyampaian materi pertama, peserta selanjutnya mengikuti sesi sharing alumni bersama Bang Rikrik Rizkiyana (Alumni 28 angkatan 1990) dan Bang Alhaji Akbar (Alumni 28 angkatan 1993). Sesi sharing alumni ini disambut hangat oleh para peserta karena di sesi ini-lah peserta dapat melihat role model alumni yang dapat menjadi teladan bagi mereka untuk kehidupan selanjutnya.  Kedua alumni ini menyampaikan tentang kisah-kisah menarik mereka selama bersekolah di 28 dan kehidupan kampus, serta kehidupan pasca kampusnya saat ini, dimana Bang Rikrik adalah seorang pengacara dan bang Alhaji adalah seorang Dosen.

IMG-20170501-WA0000

Pada malam harinya, peserta selanjutnya mengikuti sesi mentoring bersama para alumni yang tergabung dalam Kalam 28. Peserta dibagai menjadi 20 kelompok dimana setiap kelompok diisi oleh mentor dari Kalam 28 yang tentunya datang dari berbagai latar belakangan profesi dan keilmuan.  Sesi mentoring bersama Kalam 28 kali ini membahas tentang akhlak, terutama mengenai bahaya lisan yang mungkin seringkali luput dari perhatian, serta diisi pula dengan sharing dunia kampus yang tentu saja semakin mengundang ketertarikan siswa-siswa peserta TA. .

Setelah sesi mentoring selesai, akhirnya TA hari pertama ditutup dengan penampilan yel-yel dari masing-masing kelompok yang sangat seru sehingga membuat para peserta dan panitia menjadi semakin bersemangat.

 

HARI KEDUA

TA hari kedua diawali dengan pelaksanaan sholat tahajjud dan subuh berjamaah yang diimami oleh Bapak Mahpudin selaku Guru Pendidikan Agama Islam SMAN 28 Jakarta. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan olahraga bersama dan outbond sambil berkeliling wilayah Villa dan belajar mengambil hikmah dari permainan yang dilakukan bersama kelompok.

Agenda materi selanjutnya disampaikan oleh Bang Bachtiar Firdaus (Alumni 28 angkatan 1994). Dalam materinya, beliau menyampaikan bahwa perubahan dalam berbagai bidang kehidupan selalu menjadi inisiatif pemuda. Karenanya, pemuda adalah agen perubahan. Tiga puluh tahun mendatang, Indonesia akan mengalami bonus demografi dan siswa-siswi 28 hari ini lah yang akan menjadi pemimpin di masa tersebut.

IMG-20170501-WA0001

Tak terasa, setelah materi ketiga berlangsung, peserta selanjutnya bersiap-siap untuk mengikuti acara penutupan. TA hari kedua ditutup oleh Ibu Dra. Endang Sri Hartini selaku Kepala Sekolah 28. Beliau berpesan kepada Rohis dan OSIS untuk terus melaksanakan kegiatan TA ini, karena acara TA ini merupakan agenda rutin tahunan SMAN 28. Selain itu beliau juga berpesan agar pengalaman selama mengikuti TA selayaknya dijadikan pengalaman yang berkesan dan tidak menguap begitu saja bagi para peserta.

Menurut Muhammad Kautsar, salah satu alumni yang menjadi mentor dalam TA ini, peserta terlihat sangat antusias. “Selain mendapat materi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan berislam sehari-hari, peserta juga dilatih untuk dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh saat Tafakur Alam, seperti shalat tahajjud berjamaah dan tilawah Al-Quran bersama. Peserta juga berada di kelompok dengan teman-teman dari kelas yang berbeda sehingga mendapat teman baru dari kegiatan ini,” sebut Kautsar.

Kebersamaan yang didapatkan dari kegiatan Tafakur Alam menjadi salah satu momen berharga bagi peserta, panitia, maupun semua pihak terkait yang membantu berjalannya kegiatan Tafakur Alam 28 2017. Salah satu peserta, Nabiel, siswa kelas X SMAN 28 Jakarta mengungkapkan kesan baiknya selama mengikuti TA. “Seru banget acaranya, dapet banyak hal. Nggak Cuma materi dari pembicara yang keren, tapi juga bisa seru-seruan bareng temen dan berbagi ilmu sama alumni dari Kalam 28. Walaupun capek, tapi nggak nyesel ikutan TA. Banyak momen yang bahkan baru dirasain pas TA ini,” kata Nabiel.

tafakur alam 2017

Share artikel ini yuk 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *