cerbung

Memoar Pemimpin Dan Bos Besar (Part 4-END)

Memoar Pemimpin Dan Bos Besar (Part 4-END) Penulis: Floweria (angkatan 2007)     BAB IV Putihkan Kertas Yang Telah Ternoda   Sekolah sedang ramai karena sudah jam pulang sekolah. Aku dan Pemimpin langsung menuju ke warung pojok, tempat anak-anak AWP biasa nongkrong. Saat aku dan Pemimpin datang, kami langsung disambut dengan tepukan tangan. “Bos Besar dan Pemimpin datang!!!” “Kemana aja hari ini Bos?! Bolos ya?? Kok nggak ngajak-ngajak sih!!!” “Ayo, ayo, kita rayakan bersama-sama kemenangan kita kemarin!! Mampus tuh anak…

0
Read More

Memoar Pemimpin Dan Bos Besar (Part 3)

Memoar Pemimpin Dan Bos Besar (Part 3) Penulis: Floweria (angkatan 2007)     BAB III  Dan Penyesalan Itu Pun Terlontar   Aku dan Pemimpin memutuskan untuk tidak masuk sekolah hari ini. Kami berdua akan menyelesaikan masalah ini sampai tuntas. Aku lihat Pemimpin telah menungguku di tempat kami janjian untuk pergi ke rumah sakit. Saat itu menunjukkan pukul 9 pagi. “Assalamua’alaikum…” salamku semangat. “Waa’alaikumsallam…” jawab Pemimpin. Matanya langsung tertuju ke arah bungkusan yang aku bawa. Tanpa menunggunya bertanya, aku pun menjelaskan…

0
Read More

Memoar Pemimpin Dan Bos Besar (Part 2)

Memoar Pemimpin Dan Bos Besar (Part 2) Penulis: Floweria (angkatan 2007)     BAB II Hidayah dari Sebilah Pisau   Anak itu mendapat pertolongan medis dengan cepat. Sekarang ia sudah berbaring di atas tempat tidur setelah dokter berhasil menjahit perutnya, 7 jahitan yang cukup panjang! “Pendarahan yang lumayan dalam.” ucap Dokter Hasan, nama yang bisa kubaca di bet jas putihnya itu. “Tapi, untunglah kalian langsung membawanya kemari, sehingga bisa ditangani dengan cepat.”. Dokter Hasan tersenyum menenangkanku dan Pemimpin. Aku dan…

0
Read More

Memoar Pemimpin Dan Bos Besar (Part 1)

Memoar Pemimpin Dan Bos Besar (Part 1) Penulis: Floweria (angkatan 2007)     BAB I Jeritan Di Pengkolan Haji Somat   Ragunan, November 2002   Di sudut kantin suatu sekolah menengah pertama, terlihat segerombolan anak laki-laki yang kurang lebih berjumlah 20 orang sedang berdiri melingkar. Mereka tak peduli ketika puluhan pasang mata memperhatikan mereka takut-takut. Kantin saat itu sedang ramai-ramainya, ada yang ngantri beli somay atau gorengan, ada yang asyik makan ketoprak, ada yang berdesakan beli minuman dingin, pokoknya masing-masing…

0
Read More
Ingin mengirim konten untuk website Kalam 28?

Silakan kirim karya Anda ke email humas@kalam28.com ya.
Semoga bisa menjadi sarana berbagi kebaikan.